Perbedaan APRO dan Haedal Protocol: APRO diperdagangkan di Rp2.806 (kapitalisasi pasar Rp696,65M, volume 24 jam Rp287,59M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp289,03 (kapitalisasi pasar Rp139,1M, volume 24 jam Rp24,39M). Perbedaan utamanya: APRO jauh lebih besar — sekitar 5× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar APRO 250M / 1B AT (25%) dibanding 483,3M / 1B HAEDAL (49%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan APRO selama 5 Hari dan Haedal Protocol selama 15 Hari.
| AT | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp696,65M | Rp139,1M |
Volume (24h) | Rp287,59M | Rp24,39M |
Suplai yang Beredar | 250M / 1B AT (25%) | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Allora adalah platform kecerdasan terbuka yang memungkinkan sistem AI belajar, beradaptasi, dan berkembang secara kolektif. Platform ini menyediakan lapisan bersama tempat berbagai model digabungkan, dibandingkan, dan diperbaiki secara real-time, sehingga pengguna dan pengembang dapat berkontribusi dan mendapatkan manfaat dari kecerdasan kolaboratif.
Selengkapnya di halaman AT →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →