Perbedaan Astar dan Tezos: Astar diperdagangkan di Rp81,21 (kapitalisasi pasar Rp704,73M, volume 24 jam Rp23,88M), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp3.502 (kapitalisasi pasar Rp3,81T, volume 24 jam Rp83,3M). Perbedaan utamanya: Tezos jauh lebih besar — sekitar 5,4× kapitalisasi pasar Astar, dan suplai Astar dibatasi (8,7B / 10B ASTR (88%)), sedangkan Tezos terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Astar selama 53 Hari dan Tezos selama 98 Hari.
| ASTR | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp704,73M | Rp3,81T |
Volume (24h) | Rp23,88M | Rp83,3M |
Suplai yang Beredar | 8,7B / 10B ASTR (88%) | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 53 Hari | 98 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Astar (ASTR) saat ini diperdagangkan di zona Rp81.954 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan potensi oversold berdasarkan RSI. Token ini memiliki sirkulasi 88% dari total supply 10 juta ASTR dengan rata-rata hold time 53 hari. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat dalam periode terakhir.
Outlook: Bearish jangka pendek dengan peluang rebound dari level oversold. Risiko utama: volatilitas tinggi, likuiditas terbatas, dan tekanan jual berkelanjutan. Investor perlu memantau level support kritis di Rp79 dan Rp81 untuk konfirmasi arah selanjutnya.
Tezos (XTZ) saat ini diperdagangkan di zona bearish dengan harga Rp3.440, di bawah pivot point Rp3.549. Sinyal teknis mayoritas bearish (16 sell vs 3 buy) menunjukkan tekanan jual yang kuat, meskipun osilator netral. RSI_12 di 20.86 memberikan sinyal oversold yang berpotensi rebound. Tidak ada update protokol besar-besaran yang dilaporkan dalam beberapa minggu terakhir.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko dominan. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari level oversold, sementara risiko termasuk tekanan jual berkelanjutan dan volatilitas tinggi. Investor harus memantau ketat level support kritis di Rp3.327 dan perkembangan ekosistem Tezos.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Astar Network adalah pusat smart contract yang dimanfaatkan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dalam ekosistem Web 3.0, dilengkapi dukungan untuk mesin virtual EVM dan WASM. Astar merupakan platform terukur yang digunakan pengembang dApp untuk menghemat biaya dan meningkatkan operasionalitas melalui penggunaan fitur Layer 2 seperti Plasma dan zero-knowledge rollup.
Selengkapnya di halaman ASTR →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →