Perbedaan Astar dan TAC Protocol: Astar diperdagangkan di Rp81,25 (kapitalisasi pasar Rp710,93M, volume 24 jam Rp20,49M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp48,6 (kapitalisasi pasar Rp226,79M, volume 24 jam Rp25,27M). Perbedaan utamanya: Astar jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar TAC Protocol, dan suplai Astar dibatasi (8,7B / 10B ASTR (88%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Astar selama 53 Hari dan TAC Protocol selama 5 Hari.
| ASTR | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp710,93M | Rp226,79M |
Volume (24h) | Rp20,49M | Rp25,27M |
Suplai yang Beredar | 8,7B / 10B ASTR (88%) | 4,7B TAC |
Typical Hold Time | 53 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Astar Network adalah pusat smart contract yang dimanfaatkan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dalam ekosistem Web 3.0, dilengkapi dukungan untuk mesin virtual EVM dan WASM. Astar merupakan platform terukur yang digunakan pengembang dApp untuk menghemat biaya dan meningkatkan operasionalitas melalui penggunaan fitur Layer 2 seperti Plasma dan zero-knowledge rollup.
Selengkapnya di halaman ASTR →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →