Perbedaan Astar dan SUPRA: Astar diperdagangkan di Rp81,17 (kapitalisasi pasar Rp710,93M, volume 24 jam Rp20,49M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp2,99 (kapitalisasi pasar Rp98,33M, volume 24 jam Rp5,26M). Perbedaan utamanya: Astar jauh lebih besar — sekitar 7,2× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai beredar Astar 8,7B / 10B ASTR (88%) dibanding 32,7B / 100B SUPRA (33%) milik SUPRA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Astar selama 53 Hari dan SUPRA selama 17 Hari.
| ASTR | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp710,93M | Rp98,33M |
Volume (24h) | Rp20,49M | Rp5,26M |
Suplai yang Beredar | 8,7B / 10B ASTR (88%) | 32,7B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 53 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Astar Network adalah pusat smart contract yang dimanfaatkan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dalam ekosistem Web 3.0, dilengkapi dukungan untuk mesin virtual EVM dan WASM. Astar merupakan platform terukur yang digunakan pengembang dApp untuk menghemat biaya dan meningkatkan operasionalitas melalui penggunaan fitur Layer 2 seperti Plasma dan zero-knowledge rollup.
Selengkapnya di halaman ASTR →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →