Perbedaan Astar dan SubQuery Network: Astar diperdagangkan di Rp80,92 (kapitalisasi pasar Rp707,44M, volume 24 jam Rp20,03M), sedangkan SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M). Perbedaan utamanya: Astar jauh lebih besar — sekitar 21,5× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai Astar dibatasi (8,7B / 10B ASTR (88%)), sedangkan SubQuery Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Astar selama 53 Hari dan SubQuery Network selama 3 Hari.
| ASTR | SQT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp707,44M | Rp32,83M |
Volume (24h) | Rp20,03M | Rp6,53M |
Suplai yang Beredar | 8,7B / 10B ASTR (88%) | 3,3B SQT |
Typical Hold Time | 53 Hari | 3 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Astar (ASTR) saat ini diperdagangkan pada Rp81.261 dengan kapitalisasi pasar Rp710,3 juta, menunjukkan tekanan bearish jangka pendek berdasarkan sinyal teknis mayoritas bearish. Token ini memiliki sirkulasi 88% dari total supply 10 juta ASTR dengan rata-rata hold time 53 hari. Meskipun indikator osilator menunjukkan sinyal bullish, moving average yang seragam bearish mengindikasikan tren turun yang kuat dalam jangka menengah.
Outlook keseluruhan menunjukkan risiko tinggi dengan peluang terbatas. Peluang utama terletak pada level support kuat di Rp77, sementara risiko utama adalah tekanan jual berkelanjutan dan volatilitas tinggi. Investor harus waspada terhadap potensi penurunan lebih lanjut menuju support level berikutnya.
SubQuery Network menunjukkan kapitalisasi pasar yang rendah sebesar Rp32,83 juta dengan supply yang beredar 3,3 juta SQT. Data harga saat ini tidak tersedia untuk analisis tren teknis jangka pendek dan panjang. Hold time rata-rata hanya 3 hari mengindikasikan aktivitas perdagangan jangka pendek yang tinggi. Tidak ada perkembangan protokol atau ekosistem signifikan yang tercatat baru-baru ini.
Outlook keseluruhan untuk SQT sangat spekulatif karena data terbatas dan likuiditas rendah. Peluang utama terletak pada potensi adopsi jaringan jika terjadi peningkatan utilitas token. Risiko utama termasuk volatilitas ekstrem, likuiditas terbatas yang memperparah pergerakan harga, dan kurangnya perkembangan fundamental yang dapat mendukung nilai jangka panjang.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Astar Network adalah pusat smart contract yang dimanfaatkan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dalam ekosistem Web 3.0, dilengkapi dukungan untuk mesin virtual EVM dan WASM. Astar merupakan platform terukur yang digunakan pengembang dApp untuk menghemat biaya dan meningkatkan operasionalitas melalui penggunaan fitur Layer 2 seperti Plasma dan zero-knowledge rollup.
Selengkapnya di halaman ASTR →SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →