Perbedaan Astar dan Subsquid: Astar diperdagangkan di Rp81,29 (kapitalisasi pasar Rp710,93M, volume 24 jam Rp20,49M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp804,8 (kapitalisasi pasar Rp886,96M, volume 24 jam Rp74,02M). Perbedaan utamanya: Subsquid lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Astar 8,7B / 10B ASTR (88%) dibanding 1,1B / 1,3B SQD (84%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Astar selama 53 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| ASTR | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp710,93M | Rp886,96M |
Volume (24h) | Rp20,49M | Rp74,02M |
Suplai yang Beredar | 8,7B / 10B ASTR (88%) | 1,1B / 1,3B SQD (84%) |
Typical Hold Time | 53 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Astar Network adalah pusat smart contract yang dimanfaatkan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dalam ekosistem Web 3.0, dilengkapi dukungan untuk mesin virtual EVM dan WASM. Astar merupakan platform terukur yang digunakan pengembang dApp untuk menghemat biaya dan meningkatkan operasionalitas melalui penggunaan fitur Layer 2 seperti Plasma dan zero-knowledge rollup.
Selengkapnya di halaman ASTR →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →