Perbedaan Astar dan SuperRare: Astar diperdagangkan di Rp81,37 (kapitalisasi pasar Rp710,88M, volume 24 jam Rp20,79M), sedangkan SuperRare diperdagangkan di Rp210,7 (kapitalisasi pasar Rp173,95M, volume 24 jam Rp253,56M). Perbedaan utamanya: Astar jauh lebih besar — sekitar 4,1× kapitalisasi pasar SuperRare, dan suplai beredar Astar 8,7B / 10B ASTR (88%) dibanding 825,5M / 1B RARE (83%) milik SuperRare. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Astar selama 53 Hari dan SuperRare selama 32 Hari.
| ASTR | RARE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp710,88M | Rp173,95M |
Volume (24h) | Rp20,79M | Rp253,56M |
Suplai yang Beredar | 8,7B / 10B ASTR (88%) | 825,5M / 1B RARE (83%) |
Typical Hold Time | 53 Hari | 32 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Astar Network adalah pusat smart contract yang dimanfaatkan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dalam ekosistem Web 3.0, dilengkapi dukungan untuk mesin virtual EVM dan WASM. Astar merupakan platform terukur yang digunakan pengembang dApp untuk menghemat biaya dan meningkatkan operasionalitas melalui penggunaan fitur Layer 2 seperti Plasma dan zero-knowledge rollup.
Selengkapnya di halaman ASTR →SuperRare adalah pasar seni on-chain terkemuka dengan total penjualan lebih dari US$300 juta dan US$180 juta yang diperoleh oleh para artis. Sebagai salah satu pionir royalti artis perpetual, SuperRare berusaha untuk meningkatkan penemuan sambil mendesentralisasi pasar seni. Inti dari SuperRare adalah $RARE, sebuah token yang menawarkan utilitas sebagai mata uang di pasar, sistem reputasi berbasis staking, dan hak tata kelola DAO.
Selengkapnya di halaman RARE →