Perbedaan Astar dan Origin Protocol: Astar diperdagangkan di Rp81,37 (kapitalisasi pasar Rp710,96M, volume 24 jam Rp21,72M), sedangkan Origin Protocol diperdagangkan di Rp288,26 (kapitalisasi pasar Rp198,65M, volume 24 jam Rp17,61M). Perbedaan utamanya: Astar jauh lebih besar — sekitar 3,6× kapitalisasi pasar Origin Protocol, dan suplai beredar Astar 8,7B / 10B ASTR (88%) dibanding 689,5M / 1,4B OGN (49%) milik Origin Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Astar selama 53 Hari dan Origin Protocol selama 75 Hari.
| ASTR | OGN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp710,96M | Rp198,65M |
Volume (24h) | Rp21,72M | Rp17,61M |
Suplai yang Beredar | 8,7B / 10B ASTR (88%) | 689,5M / 1,4B OGN (49%) |
Typical Hold Time | 53 Hari | 75 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Astar Network adalah pusat smart contract yang dimanfaatkan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dalam ekosistem Web 3.0, dilengkapi dukungan untuk mesin virtual EVM dan WASM. Astar merupakan platform terukur yang digunakan pengembang dApp untuk menghemat biaya dan meningkatkan operasionalitas melalui penggunaan fitur Layer 2 seperti Plasma dan zero-knowledge rollup.
Selengkapnya di halaman ASTR →Origin Protocol (OGN) adalah jaringan yang memungkinkan partisipan pasar untuk berbagi barang dan jasa melalui jaringan peer-to-peer (P2P). Platform ini bertujuan untuk menciptakan pasar daring yang luas dengan memanfaatkan blockchain Ethereum (ETH) dan Interplanetary File System (IPFS) untuk menghilangkan kebutuhan akan perantara. Origin Protocol juga memiliki misi untuk membawa NFT dan DeFi ke massa.
Selengkapnya di halaman OGN →