Perbedaan Astar dan Obol: Astar diperdagangkan di Rp81,39 (kapitalisasi pasar Rp710,96M, volume 24 jam Rp21,72M), sedangkan Obol diperdagangkan di Rp157,55 (kapitalisasi pasar Rp30,1M, volume 24 jam Rp51,72M). Perbedaan utamanya: Astar jauh lebih besar — sekitar 23,6× kapitalisasi pasar Obol, dan suplai beredar Astar 8,7B / 10B ASTR (88%) dibanding 161,3M / 500M OBOL (33%) milik Obol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Astar selama 53 Hari dan Obol selama 16 Hari.
| ASTR | OBOL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp710,96M | Rp30,1M |
Volume (24h) | Rp21,72M | Rp51,72M |
Suplai yang Beredar | 8,7B / 10B ASTR (88%) | 161,3M / 500M OBOL (33%) |
Typical Hold Time | 53 Hari | 16 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Astar Network adalah pusat smart contract yang dimanfaatkan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dalam ekosistem Web 3.0, dilengkapi dukungan untuk mesin virtual EVM dan WASM. Astar merupakan platform terukur yang digunakan pengembang dApp untuk menghemat biaya dan meningkatkan operasionalitas melalui penggunaan fitur Layer 2 seperti Plasma dan zero-knowledge rollup.
Selengkapnya di halaman ASTR →Obol mengembangkan teknologi penting yang meningkatkan desentralisasi dan keamanan Ethereum, saat ini melindungi miliaran ETH yang distake. Distributed Validators (DV) menawarkan uptime lebih baik, risiko lebih rendah, dan performa lebih tinggi dibanding staking tradisional. Dengan middleware Charon, DV memungkinkan validator Ethereum berfungsi di berbagai operator dan mesin, dilengkapi threshold signing dan distributed key generation untuk ketahanan tambahan. Obol Collective, yang didukung oleh Token OBOL, mencakup ekosistem operator desentralisasi terbesar dengan pemain utama seperti Lido dan Blockdaemon. Obol Stack mempermudah penyebaran node Ethereum dan infrastruktur desentralisasi lainnya, mendorong pertumbuhan ekonomi Ethereum.
Selengkapnya di halaman OBOL →