Perbedaan Astar dan Maverick Protocol: Astar diperdagangkan di Rp81,25 (kapitalisasi pasar Rp710,93M, volume 24 jam Rp20,49M), sedangkan Maverick Protocol diperdagangkan di Rp158,41 (kapitalisasi pasar Rp186,41M, volume 24 jam Rp57,96M). Perbedaan utamanya: Astar jauh lebih besar — sekitar 3,8× kapitalisasi pasar Maverick Protocol, dan suplai beredar Astar 8,7B / 10B ASTR (88%) dibanding 1,2B / 2B MAV (59%) milik Maverick Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Astar selama 53 Hari dan Maverick Protocol selama 25 Hari.
| ASTR | MAV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp710,93M | Rp186,41M |
Volume (24h) | Rp20,49M | Rp57,96M |
Suplai yang Beredar | 8,7B / 10B ASTR (88%) | 1,2B / 2B MAV (59%) |
Typical Hold Time | 53 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Astar Network adalah pusat smart contract yang dimanfaatkan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dalam ekosistem Web 3.0, dilengkapi dukungan untuk mesin virtual EVM dan WASM. Astar merupakan platform terukur yang digunakan pengembang dApp untuk menghemat biaya dan meningkatkan operasionalitas melalui penggunaan fitur Layer 2 seperti Plasma dan zero-knowledge rollup.
Selengkapnya di halaman ASTR →Maverick Protocol adalah penyedia infrastruktur DeFi yang berfokus untuk meningkatkan efisiensi industri, diberdayai oleh Maverick AMM. Maverick didukung oleh Founders Fund, Pantera Capital, Coinbase Ventures, Binance Labs, Circle Ventures, dan Gemini. Maverick berusaha untuk menghapus ketidakefisienan di DeFi dengan membantu pengguna menempatkan likuiditas mereka di tempat yang paling efektif, sehingga membuat transaksi menjadi lebih lancar dan efisien. Hal ini mengatasi beberapa isu likuiditas yang telah menjadi kendala dalam DeFi.
Selengkapnya di halaman MAV →