Perbedaan Astar dan Mask Network: Astar diperdagangkan di Rp81,48 (kapitalisasi pasar Rp710,88M, volume 24 jam Rp20,79M), sedangkan Mask Network diperdagangkan di Rp6.286 (kapitalisasi pasar Rp627,43M, volume 24 jam Rp148,92M). Perbedaan utamanya: Astar dan Mask Network berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Astar 8,7B / 10B ASTR (88%) dibanding 100M / 100M MASK (100%) milik Mask Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Astar selama 53 Hari dan Mask Network selama 24 Hari.
| ASTR | MASK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp710,88M | Rp627,43M |
Volume (24h) | Rp20,79M | Rp148,92M |
Suplai yang Beredar | 8,7B / 10B ASTR (88%) | 100M / 100M MASK (100%) |
Typical Hold Time | 53 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Astar Network adalah pusat smart contract yang dimanfaatkan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dalam ekosistem Web 3.0, dilengkapi dukungan untuk mesin virtual EVM dan WASM. Astar merupakan platform terukur yang digunakan pengembang dApp untuk menghemat biaya dan meningkatkan operasionalitas melalui penggunaan fitur Layer 2 seperti Plasma dan zero-knowledge rollup.
Selengkapnya di halaman ASTR →Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →