Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Astar dan Chainlink: Astar diperdagangkan di Rp89,28 (kapitalisasi pasar Rp780,83M, volume 24 jam Rp46,35M), sedangkan Chainlink diperdagangkan di Rp137.201 (kapitalisasi pasar Rp99,91T, volume 24 jam Rp4,16T). Perbedaan utamanya: Chainlink jauh lebih besar — sekitar 128× kapitalisasi pasar Astar, dan suplai beredar Astar 8,7B / 10B ASTR (88%) dibanding 727,1M / 1B LINK (73%) milik Chainlink. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Astar selama 50 Hari dan Chainlink selama 61 Hari.
| ASTR | LINK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp780,83M | Rp99,91T |
Volume (24h) | Rp46,35M | Rp4,16T |
Suplai yang Beredar | 8,7B / 10B ASTR (88%) | 727,1M / 1B LINK (73%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 61 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Astar (ASTR) saat ini diperdagangkan di zona bearish dengan harga Rp89.394, mendekati level support S1 di Rp90. Token ini menunjukkan tekanan jual yang kuat berdasarkan sinyal teknis dengan 16 indikator sell versus 2 buy. Supply yang beredar mencapai 8,7 juta dari total maksimum 10 juta ASTR, menunjukkan tingkat sirkulasi 88% dengan rata-rata hold time 50 hari.
Outlook keseluruhan cenderung bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang utama terletak pada rebound dari support kuat di Rp85, sementara risiko utama adalah potensi breakdown di bawah level support jika tekanan jual berlanjut. Investor perlu memantau ketat level kunci Rp85-90 sebagai zona kritis untuk arah selanjutnya.
Chainlink (LINK) saat ini diperdagangkan di Rp137.201 dengan sinyal teknis bearish berdasarkan moving averages, meskipun osilator netral. Token ini mendekati level support S3 di Rp135.407, dengan RSI_6 menunjukkan kondisi overbought. Secara fundamental, ekosistem Chainlink mendapat perhatian positif dari integrasi orakel di sektor keuangan tradisional, termasuk pengangkatan mantan eksekutif Chainlink di SEC Crypto Task Force pada Februari 2026.
Outlook jangka pendek cenderung hati-hati karena tekanan teknis, namun prospek jangka panjang tetap kuat dengan peran Chainlink sebagai penyedia orakel terkemuka. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi dan sentimen pasar kripto yang berfluktuasi. Investor disarankan memantau level support kunci dan perkembangan regulasi.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Astar Network adalah pusat smart contract yang dimanfaatkan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dalam ekosistem Web 3.0, dilengkapi dukungan untuk mesin virtual EVM dan WASM. Astar merupakan platform terukur yang digunakan pengembang dApp untuk menghemat biaya dan meningkatkan operasionalitas melalui penggunaan fitur Layer 2 seperti Plasma dan zero-knowledge rollup.
Selengkapnya di halaman ASTR →Dicipatakan pada tahun 2017 oleh Sergey Nazarov, Chainlink adalah lapisan abstraksi blockchain yang memungkinkan kontrak pintar terhubung secara universal. Melalui jaringan oracle terdesentralisasi, Chainlink memungkinkan blockchain untuk berinteraksi secara aman dengan umpan data eksternal, peristiwa dan metode pembayaran, memberikan informasi off-chain penting yang dibutuhkan oleh kontrak pintar yang kompleks untuk menjadi bentuk dominan dari perjanjian digital.
Selengkapnya di halaman LINK →