Perbedaan Astar dan Layer3: Astar diperdagangkan di Rp81,64 (kapitalisasi pasar Rp710,88M, volume 24 jam Rp20,79M), sedangkan Layer3 diperdagangkan di Rp72,93 (kapitalisasi pasar Rp107,99M, volume 24 jam Rp13,43M). Perbedaan utamanya: Astar jauh lebih besar — sekitar 6,6× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai beredar Astar 8,7B / 10B ASTR (88%) dibanding 1,5B / 3,3B L3 (45%) milik Layer3. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Astar selama 53 Hari dan Layer3 selama 9 Hari.
| ASTR | L3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp710,88M | Rp107,99M |
Volume (24h) | Rp20,79M | Rp13,43M |
Suplai yang Beredar | 8,7B / 10B ASTR (88%) | 1,5B / 3,3B L3 (45%) |
Typical Hold Time | 53 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Astar Network adalah pusat smart contract yang dimanfaatkan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dalam ekosistem Web 3.0, dilengkapi dukungan untuk mesin virtual EVM dan WASM. Astar merupakan platform terukur yang digunakan pengembang dApp untuk menghemat biaya dan meningkatkan operasionalitas melalui penggunaan fitur Layer 2 seperti Plasma dan zero-knowledge rollup.
Selengkapnya di halaman ASTR →Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →