Perbedaan Astar dan Hemi: Astar diperdagangkan di Rp81,37 (kapitalisasi pasar Rp710,96M, volume 24 jam Rp21,72M), sedangkan Hemi diperdagangkan di Rp85 (kapitalisasi pasar Rp83,25M, volume 24 jam Rp57,96M). Perbedaan utamanya: Astar jauh lebih besar — sekitar 8,5× kapitalisasi pasar Hemi, dan suplai Astar dibatasi (8,7B / 10B ASTR (88%)), sedangkan Hemi terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Astar selama 53 Hari dan Hemi selama 28 Hari.
| ASTR | HEMI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp710,96M | Rp83,25M |
Volume (24h) | Rp21,72M | Rp57,96M |
Suplai yang Beredar | 8,7B / 10B ASTR (88%) | 977,5M HEMI |
Typical Hold Time | 53 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Astar Network adalah pusat smart contract yang dimanfaatkan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dalam ekosistem Web 3.0, dilengkapi dukungan untuk mesin virtual EVM dan WASM. Astar merupakan platform terukur yang digunakan pengembang dApp untuk menghemat biaya dan meningkatkan operasionalitas melalui penggunaan fitur Layer 2 seperti Plasma dan zero-knowledge rollup.
Selengkapnya di halaman ASTR →Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →