Perbedaan Aster dan Victoria VR: Aster diperdagangkan di Rp10.719 (kapitalisasi pasar Rp29,03T, volume 24 jam Rp600,3M), sedangkan Victoria VR diperdagangkan di Rp29,32 (kapitalisasi pasar Rp488,99M, volume 24 jam Rp21,04M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 59,4× kapitalisasi pasar Victoria VR, dan suplai beredar Aster 2,7B / 8B ASTER (34%) dibanding 16,8B / 16,8B VR (100%) milik Victoria VR. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan Victoria VR selama 9 Hari.
| ASTER | VR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp29,03T | Rp488,99M |
Volume (24h) | Rp600,3M | Rp21,04M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 16,8B / 16,8B VR (100%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →Victoria VR adalah dunia realitas virtual (VR) multiplayer masif yang dibangun dengan grafis realistis di atas blockchain. Ekosistem ini menawarkan lingkungan imersif untuk gaming, sosial, dan perdagangan virtual. VR adalah token asli yang digunakan untuk semua transaksi dalam game, pembelian aset, serta staking.
Selengkapnya di halaman VR →