Perbedaan Aster dan UMA: Aster diperdagangkan di Rp10.753 (kapitalisasi pasar Rp28,98T, volume 24 jam Rp605,66M), sedangkan UMA diperdagangkan di Rp5.868 (kapitalisasi pasar Rp524,09M, volume 24 jam Rp33,7M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 55,3× kapitalisasi pasar UMA, dan suplai Aster dibatasi (2,7B / 8B ASTER (34%)), sedangkan UMA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan UMA selama 72 Hari.
| ASTER | UMA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp28,98T | Rp524,09M |
Volume (24h) | Rp605,66M | Rp33,7M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 90,6M UMA |
Typical Hold Time | 23 Hari | 72 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →UMA, atau Universal Market Access, adalah protokol untuk penciptaan aset sintetis berbasis blockchain Ethereum (ETH). UMA memungkinkan counterparty untuk mendigitalkan dan mengotomatiskan setiap derivatif keuangan dunia nyata, seperti kontrak berjangka, kontrak untuk perbedaan (CFD), atau swap total return.
Selengkapnya di halaman UMA →