Perbedaan Aster dan Telcoin: Aster diperdagangkan di Rp10.788 (kapitalisasi pasar Rp29,1T, volume 24 jam Rp622,7M), sedangkan Telcoin diperdagangkan di Rp28,13 (kapitalisasi pasar Rp2,71T, volume 24 jam Rp20,03M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 10,7× kapitalisasi pasar Telcoin, dan suplai beredar Aster 2,7B / 8B ASTER (34%) dibanding 96,1B / 100B TEL (97%) milik Telcoin. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan Telcoin selama 12 Hari.
| ASTER | TEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp29,1T | Rp2,71T |
Volume (24h) | Rp622,7M | Rp20,03M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 96,1B / 100B TEL (97%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →Telcoin, diluncurkan pada 2017 dan dikelola oleh Telcoin Association, adalah fintech yang beroperasi di 171 negara. Menggabungkan blockchain, telekomunikasi, dan perbankan digital untuk menyediakan layanan keuangan terjangkau. Dompet Telcoin mendukung lebih dari 100 aset digital dan memfasilitasi pengiriman uang global. Telcoin diatur sebagai Virtual Asset Service Provider di UE dan Argentina, Major Payment Institution di Singapura, dan Money Services Business di beberapa negara.
Selengkapnya di halaman TEL →