Perbedaan Aster dan SuperVerse: Aster diperdagangkan di Rp10.771 (kapitalisasi pasar Rp29,03T, volume 24 jam Rp639,41M), sedangkan SuperVerse diperdagangkan di Rp1.527 (kapitalisasi pasar Rp977,68M, volume 24 jam Rp47,27M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 29,7× kapitalisasi pasar SuperVerse, dan suplai beredar Aster 2,7B / 8B ASTER (34%) dibanding 640,2M / 1.000M SUPER (65%) milik SuperVerse. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan SuperVerse selama 28 Hari.
| ASTER | SUPER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp29,03T | Rp977,68M |
Volume (24h) | Rp639,41M | Rp47,27M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 640,2M / 1.000M SUPER (65%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →SuperVerse adalah protokol keuangan terdesentralisasi cross-chain (DeFi) yang dibangun untuk memfasilitasi peluncuran non-fungible token (NFT) baru tanpa diperlukan pemrograman. Pasar dan seperangkat alat inovatif memungkinkan proyek apa pun untuk menerapkan farming dengan aturannya sendiri. Token SUPER memberi pengguna akses ke berbagai peluang di dunia kripto melalui SUPERVERSE, Partner Video Games, dan drop NFT yang sering terjadi.
Selengkapnya di halaman SUPER →