Perbedaan Aster dan Streamflow: Aster diperdagangkan di Rp10.771 (kapitalisasi pasar Rp29,04T, volume 24 jam Rp672,29M), sedangkan Streamflow diperdagangkan di Rp144,83 (kapitalisasi pasar Rp38,3M, volume 24 jam Rp1,17M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 758,2× kapitalisasi pasar Streamflow, dan suplai beredar Aster 2,7B / 8B ASTER (34%) dibanding 254,5M / 1B STREAM (26%) milik Streamflow. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan Streamflow selama 27 Hari.
| ASTER | STREAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp29,04T | Rp38,3M |
Volume (24h) | Rp672,29M | Rp1,17M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 254,5M / 1B STREAM (26%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 27 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →Streamflow menghadirkan infrastruktur token yang aman, mudah digunakan, dan andal untuk menciptakan serta mendistribusikan token di sepanjang siklus hidupnya—dari peluncuran hingga jatuh tempo. Dengan menyelesaikan masalah ketidakselarasan insentif, Streamflow memastikan ekonomi token yang berkelanjutan.
Selengkapnya di halaman STREAM →