Perbedaan Aster dan STBL: Aster diperdagangkan di Rp10.753 (kapitalisasi pasar Rp28,98T, volume 24 jam Rp605,66M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp403,52 (kapitalisasi pasar Rp283,77M, volume 24 jam Rp20,27M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 102,1× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar Aster 2,7B / 8B ASTER (34%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| ASTER | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp28,98T | Rp283,77M |
Volume (24h) | Rp605,66M | Rp20,27M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →