Perbedaan Aster dan Mitosis: Aster diperdagangkan di Rp10.753 (kapitalisasi pasar Rp28,98T, volume 24 jam Rp605,66M), sedangkan Mitosis diperdagangkan di Rp431,56 (kapitalisasi pasar Rp77,76M, volume 24 jam Rp123,04M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 372,7× kapitalisasi pasar Mitosis, dan suplai beredar Aster 2,7B / 8B ASTER (34%) dibanding 181,3M / 1B MITO (19%) milik Mitosis. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan Mitosis selama 20 Hari.
| ASTER | MITO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp28,98T | Rp77,76M |
Volume (24h) | Rp605,66M | Rp123,04M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 181,3M / 1B MITO (19%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →Mitosis adalah protokol DeFi lintas-rantai yang mengubah posisi likuiditas menjadi aset yang dapat diprogram dan digabungkan. Protokol ini mengatasi dua masalah besar dalam keuangan terdesentralisasi: rendahnya likuiditas aset yang di-stake dan terbatasnya akses ke peluang imbal hasil tinggi bagi pengguna dengan modal kecil.
Selengkapnya di halaman MITO →