Perbedaan Aster dan Jelly-My-Jelly: Aster diperdagangkan di Rp10.769 (kapitalisasi pasar Rp29,1T, volume 24 jam Rp543,69M), sedangkan Jelly-My-Jelly diperdagangkan di Rp1.034 (kapitalisasi pasar Rp1,04T, volume 24 jam Rp54,59M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 28× kapitalisasi pasar Jelly-My-Jelly, dan suplai Aster dibatasi (2,7B / 8B ASTER (34%)), sedangkan Jelly-My-Jelly terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan Jelly-My-Jelly selama 9 Hari.
| ASTER | JELLYJELLY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp29,1T | Rp1,04T |
Volume (24h) | Rp543,69M | Rp54,59M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 1.000M JELLYJELLY |
Typical Hold Time | 23 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →Jelly-My-Jelly adalah memecoin santai yang berfokus pada komunitas untuk mendorong interaksi sosial dan kreativitas. Proyek ini berkembang melalui konten viral dan partisipasi kolektif para pemegangnya. JELLYJELLY hadir murni untuk hiburan dan pembangunan komunitas di dunia crypto.
Selengkapnya di halaman JELLYJELLY →