Perbedaan Aster dan Gram: Aster diperdagangkan di Rp10.753 (kapitalisasi pasar Rp28,98T, volume 24 jam Rp605,66M), sedangkan Gram diperdagangkan di Rp24.221 (kapitalisasi pasar Rp66,49T, volume 24 jam Rp744,64M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Aster, dan suplai Aster dibatasi (2,7B / 8B ASTER (34%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan Gram selama 6 Hari.
| ASTER | GRAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp28,98T | Rp66,49T |
Volume (24h) | Rp605,66M | Rp744,64M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 2,8B GRAM |
Typical Hold Time | 23 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →