Perbedaan Aster dan DeXe: Aster diperdagangkan di Rp10.786 (kapitalisasi pasar Rp28,98T, volume 24 jam Rp630,38M), sedangkan DeXe diperdagangkan di Rp35.635 (kapitalisasi pasar Rp3,07T, volume 24 jam Rp434,75M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 9,4× kapitalisasi pasar DeXe, dan suplai Aster dibatasi (2,7B / 8B ASTER (34%)), sedangkan DeXe terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan DeXe selama 10 Hari.
| ASTER | DEXE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp28,98T | Rp3,07T |
Volume (24h) | Rp630,38M | Rp434,75M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 83,7M DEXE |
Typical Hold Time | 23 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →Protokol DeXe adalah infrastruktur yang fleksibel dan berbasis prestasi untuk membuat dan mengelola DAO. Protokol ini memastikan insentif yang tepat dan partisipasi anggota yang aktif, membantu DAO tumbuh secara efisien dan berkelanjutan. Diatur oleh DeXe DAO, token tata kelolanya, $DEXE, memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan.
Selengkapnya di halaman DEXE →