Perbedaan Aster dan deBridge: Aster diperdagangkan di Rp10.753 (kapitalisasi pasar Rp29,03T, volume 24 jam Rp639,41M), sedangkan deBridge diperdagangkan di Rp269,37 (kapitalisasi pasar Rp517,72M, volume 24 jam Rp29,61M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 56,1× kapitalisasi pasar deBridge, dan suplai beredar Aster 2,7B / 8B ASTER (34%) dibanding 1,9B / 10B DBR (20%) milik deBridge. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan deBridge selama 10 Hari.
| ASTER | DBR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp29,03T | Rp517,72M |
Volume (24h) | Rp639,41M | Rp29,61M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 1,9B / 10B DBR (20%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →deBridge adalah internet likuiditas untuk DeFi, memungkinkan transfer aset dan data lintas chain secara real-time. Dengan menghilangkan risiko liquidity pool, deBridge menghadirkan interaksi cross-chain yang aman dengan likuiditas dalam, spread ketat, dan harga terjamin.
Selengkapnya di halaman DBR →