Perbedaan Aster dan Cetus Protocol: Aster diperdagangkan di Rp10.753 (kapitalisasi pasar Rp28,98T, volume 24 jam Rp605,66M), sedangkan Cetus Protocol diperdagangkan di Rp341,53 (kapitalisasi pasar Rp330,16M, volume 24 jam Rp47,62M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 87,8× kapitalisasi pasar Cetus Protocol, dan suplai beredar Aster 2,7B / 8B ASTER (34%) dibanding 960,9M / 1B CETUS (97%) milik Cetus Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan Cetus Protocol selama 31 Hari.
| ASTER | CETUS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp28,98T | Rp330,16M |
Volume (24h) | Rp605,66M | Rp47,62M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 960,9M / 1B CETUS (97%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 31 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →