Perbedaan Aster dan Celer Network: Aster diperdagangkan di Rp10.753 (kapitalisasi pasar Rp28,98T, volume 24 jam Rp605,66M), sedangkan Celer Network diperdagangkan di Rp34,62 (kapitalisasi pasar Rp269,49M, volume 24 jam Rp23,62M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 107,5× kapitalisasi pasar Celer Network, dan suplai beredar Aster 2,7B / 8B ASTER (34%) dibanding 7,8B / 10B CELR (79%) milik Celer Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan Celer Network selama 54 Hari.
| ASTER | CELR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp28,98T | Rp269,49M |
Volume (24h) | Rp605,66M | Rp23,62M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 7,8B / 10B CELR (79%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 54 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →Celer adalah protokol blockchain interoperability yang memungkinkan akses token, DeFi, GameFi, NFT, tata kelola, dan bermacam chain lainnya dalam sekali klik. Para pengembang kini dapat membangun dApps inter-chain-native dengan pemanfaatan likuiditas yang efisien, logik aplikasi yang koheren, dan status yang terbagi. Celer menggunakan kontrak pintar yang dirangkai di setiap chain yang terhubung dengan State Guardian Network untuk mendapatkan multi-blockchain interoperability tanpa hambatan.
Selengkapnya di halaman CELR →