Perbedaan Aster dan Celo: Aster diperdagangkan di Rp10.788 (kapitalisasi pasar Rp29,1T, volume 24 jam Rp622,7M), sedangkan Celo diperdagangkan di Rp1.099 (kapitalisasi pasar Rp663,7M, volume 24 jam Rp18,15M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 43,8× kapitalisasi pasar Celo, dan suplai beredar Aster 2,7B / 8B ASTER (34%) dibanding 605,3M / 1B CELO (61%) milik Celo. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan Celo selama 84 Hari.
| ASTER | CELO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp29,1T | Rp663,7M |
Volume (24h) | Rp622,7M | Rp18,15M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 605,3M / 1B CELO (61%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 84 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →Celo adalah ekosistem blockchain yang berfokus pada peningkatan adopsi cryptocurrency di antara pengguna smartphone. Dengan menggunakan nomor telepon sebagai kunci publik, Celo berharap dapat memperkenalkan miliaran pemilik smartphone di dunia, termasuk mereka yang tidak memiliki akses perbankan, untuk bertransaksi dalam mata uang kripto. Sementara, CELO adalah token bukti kepemilikan (PoS) yang digunakan untuk biaya transaksi, partisipasi tata kelola, dan aktivitas terkait.
Selengkapnya di halaman CELO →