Perbedaan Aster dan Bedrock: Aster diperdagangkan di Rp10.771 (kapitalisasi pasar Rp29,03T, volume 24 jam Rp639,41M), sedangkan Bedrock diperdagangkan di Rp3.915 (kapitalisasi pasar Rp1,2T, volume 24 jam Rp156,79M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 24,2× kapitalisasi pasar Bedrock, dan suplai beredar Aster 2,7B / 8B ASTER (34%) dibanding 301,7M / 1B BR (31%) milik Bedrock. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan Bedrock selama 5 Hari.
| ASTER | BR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp29,03T | Rp1,2T |
Volume (24h) | Rp639,41M | Rp156,79M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 301,7M / 1B BR (31%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →Bedrock DAO adalah kerangka tata kelola ekosistem Bedrock, yang memberi pemegang BR hak suara melalui veBR. Kekuatan suara meningkat sesuai durasi penguncian dan di-reset tiap musim untuk menjaga keadilan. Pemegang veBR dapat menentukan parameter protokol, insentif, dan alokasi likuiditas, dengan kendali tata kelola yang secara bertahap beralih dari tim Bedrock ke komunitas.
Selengkapnya di halaman BR →