Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Asuransi Ramayana Tbk (ASRM) vs Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS)

Asuransi Ramayana Tbk
Merdeka Gold Resources Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Asuransi Ramayana Tbk dan Merdeka Gold Resources Tbk.: Asuransi Ramayana Tbk diperdagangkan di Rp250 (kapitalisasi pasar 316,94 M, volume 24 jam 3,4 rb), sedangkan Merdeka Gold Resources Tbk. diperdagangkan di Rp5.725 (kapitalisasi pasar 82,13 T, volume 24 jam 9,84 jt). Perbedaan utamanya: Merdeka Gold Resources Tbk. jauh lebih besar — sekitar 259,1× kapitalisasi pasar Asuransi Ramayana Tbk, dan Merdeka Gold Resources Tbk. lebih aktif diperdagangkan (9,84 jt vs 3,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ASRMEMAS
Kapitalisasi Pasar
316,94 M82,13 T
Volume
3,4 rb9,84 jt
Lot
3498,4 rb
Perputaran
849,8 rb56,08 M
Harga Rata-rata
249,945.699,4
Nilai Transaksi
849,8 rb56,08 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
5.725
Volume Ekuilibrium Indikatif
3,77 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ASRM
Lihat detail
EMAS
Lihat detail

Tentang Asuransi Ramayana Tbk

PT. Asuransi Ramayana Tbk was established on August 5, 1956 and its name is PT Maskapai Asuransi Ramayana. The aim of establishing the company is to cover insurance of exports and import activities of NV. Agung which was conducted by F.S. Harjadi and R.G. Doeriat.

Selengkapnya di halaman ASRM

Tentang Merdeka Gold Resources Tbk.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (formerly PT Pani Bersama Jaya) (the Company), was established in Republic of Indonesia based on Deed of Establishment No. 87 dated 20 November 2015 made before Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notary in North Jakarta. The ultimate parent entity of the Company is PT Merdeka Copper Gold Tbk (MCG). Meanwhile, MCG is jointly controlled by PT Provident Capital Indonesia and PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, which are respectively controlled by Winato Kartono and Edwin Soeryadjaya.

Selengkapnya di halaman EMAS