Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) vs Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)

Alam Sutera Realty TbkTrading
Berdikari Pondasi Perkasa TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Alam Sutera Realty Tbk dan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk: Alam Sutera Realty Tbk diperdagangkan di Rp121 (kapitalisasi pasar 2,4 T, volume 24 jam 2,08 jt), sedangkan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk diperdagangkan di Rp163 (kapitalisasi pasar 770,19 M, volume 24 jam 11,52 jt). Perbedaan utamanya: Alam Sutera Realty Tbk jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar Berdikari Pondasi Perkasa Tbk, dan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk lebih aktif diperdagangkan (11,52 jt vs 2,08 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ASRIBDKR
Kapitalisasi Pasar
2,4 T770,19 M
Volume
2,08 jt11,52 jt
Lot
20,78 rb115,2 rb
Perputaran
250,21 jt1,88 M
Harga Rata-rata
120,39162,94
Nilai Transaksi
250,21 jt1,88 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
122161
Volume Ekuilibrium Indikatif
23,4 rb5,12 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ASRI
Lihat detail
BDKR
Lihat detail

Tentang Alam Sutera Realty Tbk

PT Alam Sutera Realty Tbk (the company) was established under its original name of PT Adhihutama Manunggal base on notarial deed No.15 of Mrs Erly Soehandjojo, S.H, dated on Nop 3, 1993. The Company's articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 71 of Misahardi Wilamarta, S.H., dated Sep 19, 2007, concerning among others, the change in the Company’s name, Anggaran Dasar and public offering.

Selengkapnya di halaman ASRI

Tentang Berdikari Pondasi Perkasa Tbk

PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (the “Company”) was established on February 27, 1984 based onNotarial Deed No. 81 of Gretha Liestijawatie, S.H. The Company started its commercial operations onFebruary 27, 1984. The controlling interest of the Company is owned by an individual namely Tan John Tanuwijaya.

Selengkapnya di halaman BDKR