Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) vs Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)

Andalan Sakti Primaindo Tbk
Saranacentral Bajatama Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Andalan Sakti Primaindo Tbk dan Saranacentral Bajatama Tbk: Andalan Sakti Primaindo Tbk diperdagangkan di Rp492 (kapitalisasi pasar 325,91 M, volume 24 jam 1,32 jt), sedangkan Saranacentral Bajatama Tbk diperdagangkan di Rp161 (kapitalisasi pasar 289,8 M, volume 24 jam 1,07 jt). Perbedaan utamanya: Andalan Sakti Primaindo Tbk dan Saranacentral Bajatama Tbk berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Andalan Sakti Primaindo Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,32 jt vs 1,07 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ASPIBAJA
Kapitalisasi Pasar
325,91 M289,8 M
Volume
1,32 jt1,07 jt
Lot
13,2 rb10,66 rb
Perputaran
631,91 jt172,31 jt
Harga Rata-rata
478,72161,63
Nilai Transaksi
631,91 jt172,31 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
492161
Volume Ekuilibrium Indikatif
53416

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ASPI
Lihat detail
BAJA
Lihat detail

Tentang Andalan Sakti Primaindo Tbk

PT. Andalan Sakti Primaindo Tbk. ("the Company") was established based on the Notarial Deed of Saniwati Suganda, S.H., No.81 dated 13 November 2012. Entiry parent is PT Andalan Sakti Inti.

Selengkapnya di halaman ASPI

Tentang Saranacentral Bajatama Tbk

PT. Saranacentral Bajatama (SCB), established in 1996, is belonging to Sarana Steel Group, which was set up in 1970 and has built up its strong reputation in the worldwide steel industry. In order to provide competitive Hot-Dip Galvanized Steel Sheet/Coil to the customers, SCB take advantage of more advanced NOF (Non-Oxidation Furnace) System for production process, by which SCB differentiate itself from other competitors that use conventional processing system.

Selengkapnya di halaman BAJA