Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT) vs Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

Asuransi Jasa Tania TbkTrading
Bank Danamon Indonesia TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Asuransi Jasa Tania Tbk dan Bank Danamon Indonesia Tbk: Asuransi Jasa Tania Tbk diperdagangkan di Rp154 (kapitalisasi pasar 214,2 M, volume 24 jam 15,6 rb), sedangkan Bank Danamon Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp4.160 (kapitalisasi pasar 41,61 T, volume 24 jam 2,38 jt). Perbedaan utamanya: Bank Danamon Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 194,3× kapitalisasi pasar Asuransi Jasa Tania Tbk, dan Bank Danamon Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (2,38 jt vs 15,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ASJTBDMN
Kapitalisasi Pasar
214,2 M41,61 T
Volume
15,6 rb2,38 jt
Lot
15623,81 rb
Perputaran
2,39 jt10,02 M
Harga Rata-rata
153,334.206,89
Nilai Transaksi
2,39 jt10,02 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
4.160
Volume Ekuilibrium Indikatif
262

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ASJT
Lihat detail
BDMN
Lihat detail

Tentang Asuransi Jasa Tania Tbk

PT Asuransi Jasa Tania Tbk (Company) was established based on Notarial Deed No. 133 dated June 25, 1979 of Kartini Mulyadi, S.H., notary in Jakarta. The Company's Articles Association has been amended several times, the latest amended on August 25, 2003 concerning changes in the Company's authorized capital and stock split.

Selengkapnya di halaman ASJT

Tentang Bank Danamon Indonesia Tbk

Bank Danamon (the Bank) domiciled in Jakarta, was established on July 16, 1956, based on the notarial deed No. 134 of Meester Raden Soedja, S.H. The Bank received its permit as a commercial bank the following September 1956, and became a foreign exchange bank in November 1988. During the Asian Financial crisis of 1997, Bank Danamon ran into a liquidity insolvency and was taken over by the government of Indonesia in April 1998, which placed in the care of the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) to be included in the bank recapitalization and merger programs. Following a third rights issue by Bank Danamon and the subsequent merging of Bank PDFCI into the Bank on December 30, 1999; the racapitalizaton of Bank Danamon which increased its statutory capital To Rp 10 trillion on May 17, 2000; and the merging of eight private banks (Bank Jaya, Bank Tiara Asia, Bank Pos Nusntara, Bank Rama, Bank Tamara, Bank Nusa Nasional, Bank Duta and Bank Bank Risjad Salim International) into Bank Danamon on June 30, 2000; Bank Danamon re-emerged as one of Indonesia’s four designated core banks along with Bank Central Asia in the private sector, and with Bank andiri and Bank BNI in the Public sector.

Selengkapnya di halaman BDMN