Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT) vs Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)

Asuransi Jasa Tania Tbk
Berdikari Pondasi Perkasa Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Asuransi Jasa Tania Tbk dan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk: Asuransi Jasa Tania Tbk diperdagangkan di Rp159 (kapitalisasi pasar 224 M, volume 24 jam 69,3 rb), sedangkan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk diperdagangkan di Rp146 (kapitalisasi pasar 694,59 M, volume 24 jam 12,79 jt). Perbedaan utamanya: Berdikari Pondasi Perkasa Tbk jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar Asuransi Jasa Tania Tbk, dan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk lebih aktif diperdagangkan (12,79 jt vs 69,3 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ASJTBDKR
Kapitalisasi Pasar
224 M694,59 M
Volume
69,3 rb12,79 jt
Lot
693127,87 rb
Perputaran
11,07 jt1,88 M
Harga Rata-rata
159,7146,84
Nilai Transaksi
11,07 jt1,88 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
160146
Volume Ekuilibrium Indikatif
200588

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ASJT
Lihat detail
BDKR
Lihat detail

Tentang Asuransi Jasa Tania Tbk

PT Asuransi Jasa Tania Tbk (Company) was established based on Notarial Deed No. 133 dated June 25, 1979 of Kartini Mulyadi, S.H., notary in Jakarta. The Company's Articles Association has been amended several times, the latest amended on August 25, 2003 concerning changes in the Company's authorized capital and stock split.

Selengkapnya di halaman ASJT

Tentang Berdikari Pondasi Perkasa Tbk

PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (the “Company”) was established on February 27, 1984 based onNotarial Deed No. 81 of Gretha Liestijawatie, S.H. The Company started its commercial operations onFebruary 27, 1984. The controlling interest of the Company is owned by an individual namely Tan John Tanuwijaya.

Selengkapnya di halaman BDKR