Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk. (ASHA) vs Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk.Trading
Bank Danamon Indonesia TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk. dan Bank Danamon Indonesia Tbk: Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk. diperdagangkan di Rp60 (kapitalisasi pasar 290 M, volume 24 jam 143,38 jt), sedangkan Bank Danamon Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp4.300 (kapitalisasi pasar 40,64 T, volume 24 jam 2,17 jt). Perbedaan utamanya: Bank Danamon Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 140,1× kapitalisasi pasar Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk., dan Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk. lebih aktif diperdagangkan (143,38 jt vs 2,17 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ASHABDMN
Kapitalisasi Pasar
290 M40,64 T
Volume
143,38 jt2,17 jt
Lot
1,43 jt21,66 rb
Perputaran
8,78 M9,21 M
Harga Rata-rata
61,244.252,3
Nilai Transaksi
8,78 M9,21 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
604.300
Volume Ekuilibrium Indikatif
10,27 rb1,51 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ASHA
Lihat detail
BDMN
Lihat detail

Tentang Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk.

PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk was established in the Republic of Indonesia on Oct 01, 1999 based on the Notarial Deed No. 2 of Soeparna Saeran, S.H., notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman ASHA

Tentang Bank Danamon Indonesia Tbk

Bank Danamon (the Bank) domiciled in Jakarta, was established on July 16, 1956, based on the notarial deed No. 134 of Meester Raden Soedja, S.H. The Bank received its permit as a commercial bank the following September 1956, and became a foreign exchange bank in November 1988. During the Asian Financial crisis of 1997, Bank Danamon ran into a liquidity insolvency and was taken over by the government of Indonesia in April 1998, which placed in the care of the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) to be included in the bank recapitalization and merger programs. Following a third rights issue by Bank Danamon and the subsequent merging of Bank PDFCI into the Bank on December 30, 1999; the racapitalizaton of Bank Danamon which increased its statutory capital To Rp 10 trillion on May 17, 2000; and the merging of eight private banks (Bank Jaya, Bank Tiara Asia, Bank Pos Nusntara, Bank Rama, Bank Tamara, Bank Nusa Nasional, Bank Duta and Bank Bank Risjad Salim International) into Bank Danamon on June 30, 2000; Bank Danamon re-emerged as one of Indonesia’s four designated core banks along with Bank Central Asia in the private sector, and with Bank andiri and Bank BNI in the Public sector.

Selengkapnya di halaman BDMN