Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Astra Graphia Tbk (ASGR) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Astra Graphia TbkTrading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Astra Graphia Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Astra Graphia Tbk diperdagangkan di Rp1.780 (kapitalisasi pasar 2,41 T, volume 24 jam 500,2 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp4.610 (kapitalisasi pasar 13,91 T, volume 24 jam 538,4 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 5,8× kapitalisasi pasar Astra Graphia Tbk, dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (538,4 rb vs 500,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ASGRRLCO
Kapitalisasi Pasar
2,41 T13,91 T
Volume
500,2 rb538,4 rb
Lot
5 rb5,38 rb
Perputaran
891,49 jt2,47 M
Harga Rata-rata
1.782,264.589,19
Nilai Transaksi
891,49 jt2,47 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.7804.610
Volume Ekuilibrium Indikatif
75150

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ASGR
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Astra Graphia Tbk

PT Astra Graphia Tbk (the Company) was established in Indonesia on October 31, 1975 based on notarial deed No. 186 of Notary Kartini Muljadi, S.H. PT. Astra Graphia started its operations in 1975 as a member of Astra group (Xerox Division) and in 1976 Xerox division was incorporated as a separate entity under the name of PT Astra Graphia. The company core business is acting as sole distributor for several products in document and information services. The company is domestic investment.

Selengkapnya di halaman ASGR

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO