Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Global X FTSE Southeast Asia ETF dan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF: Global X FTSE Southeast Asia ETF diperdagangkan di $20,65, sedangkan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF diperdagangkan di $57,6. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| ASEA | SPUS | |
|---|---|---|
Sektor | Sector/Thematic | Broad Market / Factor |
Tertinggi 52 Minggu | $20,65 | $59,51 |
Terendah 52 Minggu | $16,31 | $45,08 |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Saham ASEA diperdagangkan pada $20.65, naik 0.63% hari ini dengan sinyal teknis bullish dari rata-rata bergerak. Data fundamental seperti P/E dan margin laba tidak tersedia dalam snapshot ini, namun dividen H1-2026 sebesar $0.41 telah diumumkan dengan tanggal cum 26 Juni 2026. Analisis teknis menunjukkan momentum positif dengan support kuat di $20.
Outlook jangka pendek didukung momentum teknis, namun ketiadaan data fundamental terkini membatasi penilaian mendalam. Risiko utama termasuk volatilitas pasar dan ketergantungan pada pengungkapan finansial mendatang. Investor perlu menunggu laporan kuartalan untuk mengevaluasi kesehatan bisnis dan prospek pertumbuhan perusahaan.
SPUS diperdagangkan di $57.78, naik 0.56% dalam 24 jam, dengan sinyal teknis keseluruhan bullish berdasarkan moving averages. ETF ini membayar dividen reguler $0.03 per saham, mencerminkan fokus pada pendapatan. Berita terkini menyoroti minat institusional yang meningkat, dengan Farther Finance Advisors LLC menambah kepemilikan pada kuartal keempat 2025.
Outlook untuk SPUS didukung oleh strategi dividen yang konsisten dan minat institusional, namun ketiadaan data rasio valuasi seperti P/E dan P/B membatasi penilaian fundamental. Risiko termasuk ketergantungan pada kinerja pasar ekuitas AS secara keseluruhan dan volatilitas sektor teknologi yang mendominasi.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
ASEA melacak kinerja perusahaan terbesar di Asia Tenggara. ETF ini memberikan akses ke pasar berkembang utama termasuk Singapura, Indonesia, Thailand, dan Malaysia, dengan fokus besar pada sektor finansial seperti DBS Group dan Bank Central Asia.
Selengkapnya di halaman ASEA →SPUS melacak indeks berbobot kapitalisasi pasar dari saham-saham S&P 500 yang mematuhi hukum Syariah. ETF ini menyaring perusahaan yang terlibat dalam aktivitas bisnis non-syariah seperti alkohol, tembakau, perjudian, dan keuangan konvensional, serta mengecualikan sektor-sektor seperti Dirgantara & Pertahanan, dan Pemrosesan Data. Dengan berfokus pada saham ber-leverage rendah, SPUS memberikan investor eksposur yang sadar nilai dan selaras secara etika ke portofolio terdiversifikasi dari ekuitas AS berkapitalisasi besar.
Selengkapnya di halaman SPUS →