Perbedaan Global X FTSE Southeast Asia ETF dan Realty Income Corp: Global X FTSE Southeast Asia ETF diperdagangkan di $20,65, sedangkan Realty Income Corp diperdagangkan di $63,32 (kapitalisasi pasar $59,04B). Perbedaan utamanya: Realty Income Corp membagikan dividen 5,14%, sedangkan Global X FTSE Southeast Asia ETF tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| ASEA | O | |
|---|---|---|
Sektor | Sector/Thematic | Real Estate |
Tertinggi 52 Minggu | $20,65 | $67,56 |
Terendah 52 Minggu | $16,31 | $55,93 |
Kapitalisasi Pasar | — | $59,04B |
Nilai Perusahaan | — | $88,84B |
Imbal Hasil Dividen | — | 5,14% |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Saham ASEA diperdagangkan pada $20.65, naik 0.63% hari ini dengan sinyal teknis bullish dari rata-rata bergerak. Data fundamental seperti P/E dan margin laba tidak tersedia dalam snapshot ini, namun dividen H1-2026 sebesar $0.41 telah diumumkan dengan tanggal cum 26 Juni 2026. Analisis teknis menunjukkan momentum positif dengan support kuat di $20.
Outlook jangka pendek didukung momentum teknis, namun ketiadaan data fundamental terkini membatasi penilaian mendalam. Risiko utama termasuk volatilitas pasar dan ketergantungan pada pengungkapan finansial mendatang. Investor perlu menunggu laporan kuartalan untuk mengevaluasi kesehatan bisnis dan prospek pertumbuhan perusahaan.
Realty Income (O) diperdagangkan di $63.31, naik 0.22% hari ini, dengan sinyal teknis bullish didukung moving averages. Perusahaan menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang stabil dari $3.3B (2022) ke $5.7B (2025), namun laba bersih fluktuatif dengan margin 18.41%. Dividen bulanan konsisten $0.27 per saham, dengan yield sekitar 5.1%. Analis memberikan konsensus harga target $67.86, mencerminkan potensi apresiasi 7.2% dari harga saat ini.
Outlook positif didukung ekspansi portofolio properti dan diversifikasi ke data center, tetapi risiko utang tinggi (debt-to-asset 39.93% pada 2025) dan tren laba yang tidak konsisten menjadi perhatian. Investor mencari pendapatan dividen yang stabil mungkin tertarik, namun perlu memantau kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan amid lingkungan suku bunga tinggi.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Berita terbaru kedua aset
ASEA melacak kinerja perusahaan terbesar di Asia Tenggara. ETF ini memberikan akses ke pasar berkembang utama termasuk Singapura, Indonesia, Thailand, dan Malaysia, dengan fokus besar pada sektor finansial seperti DBS Group dan Bank Central Asia.
Selengkapnya di halaman ASEA →Realty Income memiliki sekitar 11.400 properti, yang sebagian besar merupakan properti ritel yang berdiri sendiri, penyewa tunggal, tiga jaringan sewaan. Propertinya terletak di 49 negara bagian dan Puerto Riko dan disewakan kepada 250 penyewa dari 47 industri. Akuisisi baru-baru ini telah menambah properti industri, kantor, manufaktur, dan distribusi, yang menghasilkan sekitar 17% dari pendapatan.
Selengkapnya di halaman O →