Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Global X FTSE Southeast Asia ETF dan British American Tobacco PLC: Global X FTSE Southeast Asia ETF diperdagangkan di $20,65, sedangkan British American Tobacco PLC diperdagangkan di $59 (kapitalisasi pasar $127,15B). Perbedaan utamanya: British American Tobacco PLC membagikan dividen 5,56%, sedangkan Global X FTSE Southeast Asia ETF tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| ASEA | BTI | |
|---|---|---|
Sektor | Sector/Thematic | Consumer Staples |
Tertinggi 52 Minggu | $20,65 | $66,70 |
Terendah 52 Minggu | $16,31 | $50,39 |
Kapitalisasi Pasar | — | $127,15B |
Nilai Perusahaan | — | $168,38B |
Imbal Hasil Dividen | — | 5,56% |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Saham ASEA diperdagangkan pada $20.65, naik 0.63% hari ini dengan sinyal teknis bullish dari rata-rata bergerak. Data fundamental seperti P/E dan margin laba tidak tersedia dalam snapshot ini, namun dividen H1-2026 sebesar $0.41 telah diumumkan dengan tanggal cum 26 Juni 2026. Analisis teknis menunjukkan momentum positif dengan support kuat di $20.
Outlook jangka pendek didukung momentum teknis, namun ketiadaan data fundamental terkini membatasi penilaian mendalam. Risiko utama termasuk volatilitas pasar dan ketergantungan pada pengungkapan finansial mendatang. Investor perlu menunggu laporan kuartalan untuk mengevaluasi kesehatan bisnis dan prospek pertumbuhan perusahaan.
Saham BTI diperdagangkan pada $60.02, turun 1.4% dalam 24 jam, dengan sinyal teknis bearish secara keseluruhan. Fundamental menunjukkan profitabilitas kuat dengan margin laba bersih 30.32% dan ROE 15.74%, didukung oleh arus kas operasi positif $10.13B pada 2024. Perusahaan sedang melakukan restrukturisasi dengan pemotongan 5.500 pekerjaan untuk efisiensi biaya (Reuters, 2026-06-29).
Outlook berisiko-seimbang: valuasi menarik (P/E 13.02) dan dividen ~5%+ mendukung, namun tekanan regulasi tembakau dan volatilitas pendapatan (laba bersih turun dari $6.8B pada 2021 ke $3.1B pada 2024) membatasi upside. Analis 66.7% merekomendasikan beli, mencerminkan keyakinan pada transisi produk bebas asap.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Berita terbaru kedua aset
ASEA melacak kinerja perusahaan terbesar di Asia Tenggara. ETF ini memberikan akses ke pasar berkembang utama termasuk Singapura, Indonesia, Thailand, dan Malaysia, dengan fokus besar pada sektor finansial seperti DBS Group dan Bank Central Asia.
Selengkapnya di halaman ASEA →Setelah mengakuisisi Reynolds American, British American Tobacco kini sejajar dengan Philip Morris International sebagai perusahaan tembakau publik terbesar di dunia, di mana pemasukan bersih BAT sedikit lebih besar dibandingkan PMI, tapi volume tembakau totalnya sedikit lebih kecil. Global Drive Brands dari British American adalah Dunhill, Kent, Pall Mall, Lucky Strike, dan Rothmans, dan mereka juga memiliki Newport dan Camel di AS. Firma ini juga menjual vapor e-cigarette, termasuk brand Vype, tembakau berpemanas, Glo, dan produk rokok linting sendiri dan bebas asap. Perusahaan ini memegang 31% kepemilikan ITC Limited, perusahaan rokok terkemuka di India.
Selengkapnya di halaman BTI →