Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Global X FTSE Southeast Asia ETF dan KE Holdings Inc: Global X FTSE Southeast Asia ETF diperdagangkan di $20,65, sedangkan KE Holdings Inc diperdagangkan di $15,75 (kapitalisasi pasar $17,21B). Perbedaan utamanya: KE Holdings Inc membagikan dividen 1,77%, sedangkan Global X FTSE Southeast Asia ETF tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| ASEA | BEKE | |
|---|---|---|
Sektor | Sector/Thematic | Technology |
Tertinggi 52 Minggu | $20,65 | $20,36 |
Terendah 52 Minggu | $16,31 | $14,26 |
Kapitalisasi Pasar | — | $17,21B |
Nilai Perusahaan | — | $12,99B |
Imbal Hasil Dividen | — | 1,77% |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Saham ASEA diperdagangkan pada $20.65, naik 0.63% hari ini dengan sinyal teknis bullish dari rata-rata bergerak. Data fundamental seperti P/E dan margin laba tidak tersedia dalam snapshot ini, namun dividen H1-2026 sebesar $0.41 telah diumumkan dengan tanggal cum 26 Juni 2026. Analisis teknis menunjukkan momentum positif dengan support kuat di $20.
Outlook jangka pendek didukung momentum teknis, namun ketiadaan data fundamental terkini membatasi penilaian mendalam. Risiko utama termasuk volatilitas pasar dan ketergantungan pada pengungkapan finansial mendatang. Investor perlu menunggu laporan kuartalan untuk mengevaluasi kesehatan bisnis dan prospek pertumbuhan perusahaan.
BEKE diperdagangkan di $15.57, naik 2.1% hari ini, namun secara teknis masih dalam tren bearish dengan sinyal jual dominan. Secara fundamental, perusahaan menunjukkan peningkatan laba bersih dengan margin 3.76% pada 2026, meskipun pendapatan turun dari $94.58B (2025) menjadi $90.1B (2026). Rasio valuasi P/E 35.64 dan P/S 1.35 mencerminkan valuasi yang moderat. Berita terbaru menyoroti penurunan harga 14.1% dalam 4 minggu namun potensi pembalikan tren.
Outlook BEKE didukung konsensus analis yang sangat bullish (91.67% rekomendasi beli) dan perbaikan efisiensi operasional, namun risiko utama meliputi tekanan pada pasar properti China dan volatilitas teknis. Investor perlu memantau eksekusi kuartal kedua 2026 dan dampak kondisi makroekonomi terhadap transaksi perumahan.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
ASEA melacak kinerja perusahaan terbesar di Asia Tenggara. ETF ini memberikan akses ke pasar berkembang utama termasuk Singapura, Indonesia, Thailand, dan Malaysia, dengan fokus besar pada sektor finansial seperti DBS Group dan Bank Central Asia.
Selengkapnya di halaman ASEA →KE Holdings (Beike) adalah platform utama untuk transaksi dan layanan properti di Tiongkok. Melalui merek Lianjia, perusahaan ini memfasilitasi penjualan, penyewaan, hingga renovasi rumah berbasis teknologi data.
Selengkapnya di halaman BEKE →