Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Asuransi Bintang Tbk (ASBI) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Asuransi Bintang TbkTrading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Asuransi Bintang Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Asuransi Bintang Tbk diperdagangkan di Rp418 (kapitalisasi pasar 144,93 M, volume 24 jam 6,5 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp4.540 (kapitalisasi pasar 14,41 T, volume 24 jam 302,6 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 99,4× kapitalisasi pasar Asuransi Bintang Tbk, dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (302,6 rb vs 6,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ASBIRLCO
Kapitalisasi Pasar
144,93 M14,41 T
Volume
6,5 rb302,6 rb
Lot
653,03 rb
Perputaran
2,72 jt1,38 M
Harga Rata-rata
417,944.554,44
Nilai Transaksi
2,72 jt1,38 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
4.600
Volume Ekuilibrium Indikatif
100

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ASBI
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Asuransi Bintang Tbk

PT Asuransi Bintang Tbk (the Company) was established on March 17, 1955 based on Notarial Deed No. 63 of Raden Meester Soewandi, a public notary in Jakarta. The just passing 1999 marked the Bintang's complete 44 service in Indonesia. Along this period, the Company established on March 17th, 1955 has been proving itself as in insurance company persistently holding its commitment. In 1989, Bintang took important step by entering the stock exchange and registered itself at Jakarta and Surabaya Stock Exchange.

Selengkapnya di halaman ASBI

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO