Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Asuransi Bintang Tbk (ASBI) vs Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS)

Asuransi Bintang TbkTrading
Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Asuransi Bintang Tbk dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.: Asuransi Bintang Tbk diperdagangkan di Rp418 (kapitalisasi pasar 144,93 M, volume 24 jam 6,5 rb), sedangkan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. diperdagangkan di Rp200 (kapitalisasi pasar 365,96 M, volume 24 jam 1,22 jt). Perbedaan utamanya: Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Asuransi Bintang Tbk, dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,22 jt vs 6,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ASBICSIS
Kapitalisasi Pasar
144,93 M365,96 M
Volume
6,5 rb1,22 jt
Lot
6512,18 rb
Perputaran
2,72 jt243,71 jt
Harga Rata-rata
417,94200,04
Nilai Transaksi
2,72 jt243,71 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
202
Volume Ekuilibrium Indikatif
175

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ASBI
Lihat detail
CSIS
Lihat detail

Tentang Asuransi Bintang Tbk

PT Asuransi Bintang Tbk (the Company) was established on March 17, 1955 based on Notarial Deed No. 63 of Raden Meester Soewandi, a public notary in Jakarta. The just passing 1999 marked the Bintang's complete 44 service in Indonesia. Along this period, the Company established on March 17th, 1955 has been proving itself as in insurance company persistently holding its commitment. In 1989, Bintang took important step by entering the stock exchange and registered itself at Jakarta and Surabaya Stock Exchange.

Selengkapnya di halaman ASBI

Tentang Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (the Company) was established based on the Deed of Notary Djurnawati Soetarmono, SH, No. 52 dated June 2, 1995. The Company belongs to a group of companies owned by PT Andalan Utama Bintara.

Selengkapnya di halaman CSIS