Perbedaan Artyfact dan Cetus Protocol: Artyfact diperdagangkan di Rp311,85 (kapitalisasi pasar Rp9,79M, volume 24 jam Rp4,7M), sedangkan Cetus Protocol diperdagangkan di Rp343,13 (kapitalisasi pasar Rp330,16M, volume 24 jam Rp47,62M). Perbedaan utamanya: Cetus Protocol jauh lebih besar — sekitar 33,7× kapitalisasi pasar Artyfact, dan suplai beredar Artyfact 19,5M / 25M ARTY (78%) dibanding 960,9M / 1B CETUS (97%) milik Cetus Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Artyfact selama 9 Hari dan Cetus Protocol selama 31 Hari.
| ARTY | CETUS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp9,79M | Rp330,16M |
Volume (24h) | Rp4,7M | Rp47,62M |
Suplai yang Beredar | 19,5M / 25M ARTY (78%) | 960,9M / 1B CETUS (97%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 31 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Artyfact adalah cryptocurrency deflasi dan token tata kelola untuk ekosistem Artyfact. Token ini berfungsi sebagai mata uang dalam game sekaligus utilitas untuk berbagai aktivitas metaverse. Pengguna dapat memperoleh ARTY dengan bermain game AAA GameFi, serta membeli dan memperdagangkan aset game sebagai NFT. Platform ini juga menyelenggarakan acara virtual seperti konser, pameran NFT, dan turnamen eSports.
Selengkapnya di halaman ARTY →Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →