Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan ARPA dan Ripple: ARPA diperdagangkan di Rp160,04 (kapitalisasi pasar Rp244,39M, volume 24 jam Rp330,34M), sedangkan Ripple diperdagangkan di Rp19.635 (kapitalisasi pasar Rp1.229,05T, volume 24 jam Rp29,65T). Perbedaan utamanya: Ripple jauh lebih besar — sekitar 5029,1× kapitalisasi pasar ARPA, dan suplai Ripple dibatasi (62,5B / 100B XRP (63%)), sedangkan ARPA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ARPA selama 40 Hari dan Ripple selama 67 Hari.
| ARPA | XRP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp244,39M | Rp1.229,05T |
Volume (24h) | Rp330,34M | Rp29,65T |
Suplai yang Beredar | 1,5B ARPA | 62,5B / 100B XRP (63%) |
Typical Hold Time | 40 Hari | 67 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
ARPA saat ini diperdagangkan pada Rp155,55 dengan kapitalisasi pasar Rp237,75 juta. Sinyal teknis menunjukkan kondisi bearish dengan moving averages yang negatif namun oscillators memberikan sinyal bullish. Token berada di zona pivot point Rp159 dengan support kuat di Rp148 dan resistance di Rp165. Hold time rata-rata 40 hari menunjukkan retensi yang moderat di kalangan holder.
Outlook ARPA menunjukkan mixed signals dengan potensi rebound dari level support saat ini. Peluang utama terletak pada momentum bullish oscillators, namun risiko volatilitas tinggi dan kondisi bearish moving averages perlu diwaspadai. Investor harus memantau pergerakan harga di sekitar level kunci support dan resistance.
XRP saat ini diperdagangkan di Rp19.652 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek, ditandai oleh moving averages yang menurun dan RSI_6 di level 70.84 yang mengindikasikan kondisi overbought. Token ini telah mengalami penurunan 43% sejak awal 2026, namun beberapa sinyal on-chain seperti penurunan saldo exchange dan funding rate negatif menunjukkan potensi pembalikan. Pengadopsian XRP Ledger oleh institusi keuangan besar seperti Deutsche Bank dan Société Générale memberikan dukungan fundamental jangka panjang.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko downside dalam jangka pendek, namun peluang rebound muncul dari kondisi oversold dan adopsi institusional. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi, tekanan regulator kripto global, dan ketergantungan pada perkembangan ekosistem Ripple. Investor harus memantau level support kunci di Rp18.944 dan resistance di Rp20.466 untuk konfirmasi arah trend selanjutnya.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
ARPA Network (ARPA) adalah jaringan komputasi aman terdesentralisasi yang dibangun untuk meningkatkan keadilan, keamanan, dan privasi blockchain. Jaringan BLS di ARPA berfungsi sebagai infrastruktur Random Number Generator (RNG) yang dapat diverifikasi, mengamankan wallet, jembatan cross-chain, dan kustodian terdesentralisasi di beberapa blockchain. ARPA sebelumnya dikenal sebagai ARPA Chain, jaringan Multi-party Computation (MPC) yang mempertahankan privasi yang didirikan pada tahun 2018. ARPA Mainnet telah menyelesaikan lebih dari 224.000 tugas komputasi dalam beberapa tahun terakhir.
Selengkapnya di halaman ARPA →Aset kripto yang diciptakan untuk menjadi alternatif yang cepat, lebih murah, dan lebih skalabel untuk aset digital lainnya dan platform pembayaran moneter yang ada seperti SWIFT. Juga merupakan aset digital asli di XRP Ledger — teknologi blockchain open-source dan terdesentralisasi yang dapat menyelesaikan transaksi dalam 3-5 detik.
Selengkapnya di halaman XRP →