Perbedaan ARPA dan Turtle: ARPA diperdagangkan di Rp154,84 (kapitalisasi pasar Rp233,77M, volume 24 jam Rp67,77M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp775,19 (kapitalisasi pasar Rp119,22M, volume 24 jam Rp18,12M). Perbedaan utamanya: ARPA lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Turtle dibatasi (154,7M / 1B TURTLE (16%)), sedangkan ARPA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ARPA selama 42 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| ARPA | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp233,77M | Rp119,22M |
Volume (24h) | Rp67,77M | Rp18,12M |
Suplai yang Beredar | 1,5B ARPA | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 42 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ARPA Network (ARPA) adalah jaringan komputasi aman terdesentralisasi yang dibangun untuk meningkatkan keadilan, keamanan, dan privasi blockchain. Jaringan BLS di ARPA berfungsi sebagai infrastruktur Random Number Generator (RNG) yang dapat diverifikasi, mengamankan wallet, jembatan cross-chain, dan kustodian terdesentralisasi di beberapa blockchain. ARPA sebelumnya dikenal sebagai ARPA Chain, jaringan Multi-party Computation (MPC) yang mempertahankan privasi yang didirikan pada tahun 2018. ARPA Mainnet telah menyelesaikan lebih dari 224.000 tugas komputasi dalam beberapa tahun terakhir.
Selengkapnya di halaman ARPA →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →