Perbedaan ARPA dan Tensor: ARPA diperdagangkan di Rp151,82 (kapitalisasi pasar Rp230,77M, volume 24 jam Rp89,85M), sedangkan Tensor diperdagangkan di Rp568,98 (kapitalisasi pasar Rp299,89M, volume 24 jam Rp77,86M). Perbedaan utamanya: Tensor lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar ARPA 1,5B ARPA dibanding 526,9M TNSR milik Tensor. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ARPA selama 42 Hari dan Tensor selama 35 Hari.
| ARPA | TNSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp230,77M | Rp299,89M |
Volume (24h) | Rp89,85M | Rp77,86M |
Suplai yang Beredar | 1,5B ARPA | 526,9M TNSR |
Typical Hold Time | 42 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ARPA Network (ARPA) adalah jaringan komputasi aman terdesentralisasi yang dibangun untuk meningkatkan keadilan, keamanan, dan privasi blockchain. Jaringan BLS di ARPA berfungsi sebagai infrastruktur Random Number Generator (RNG) yang dapat diverifikasi, mengamankan wallet, jembatan cross-chain, dan kustodian terdesentralisasi di beberapa blockchain. ARPA sebelumnya dikenal sebagai ARPA Chain, jaringan Multi-party Computation (MPC) yang mempertahankan privasi yang didirikan pada tahun 2018. ARPA Mainnet telah menyelesaikan lebih dari 224.000 tugas komputasi dalam beberapa tahun terakhir.
Selengkapnya di halaman ARPA →Tensor adalah pasar NFT terbesar di Solana: 60-70% dari volume NFT Solana mengalir melalui protokol pasar Tensor setiap hari. Tensor diluncurkan pada bulan Juli 2022 dan mendapatkan momentum karena menawarkan pengalaman perdagangan NFT yang cepat dan profesional di Solana. Dalam waktu kurang dari setahun, Tensor dengan cepat naik ke posisi #1 sebagai pasar NFT teratas. Sejak itu, sebagian besar kolektor dan pedagang NFT Solana menggunakan Tensor sebagai pasar NFT harian mereka karena menyediakan cakupan terluas dari proyek NFT terbaru di Solana.
Selengkapnya di halaman TNSR →