Perbedaan ARPA dan Reserve Rights: ARPA diperdagangkan di Rp152 (kapitalisasi pasar Rp230,3M, volume 24 jam Rp89,06M), sedangkan Reserve Rights diperdagangkan di Rp21,07 (kapitalisasi pasar Rp1,3T, volume 24 jam Rp54,99M). Perbedaan utamanya: Reserve Rights jauh lebih besar — sekitar 5,6× kapitalisasi pasar ARPA, dan suplai Reserve Rights dibatasi (62,6B / 100B RSR (63%)), sedangkan ARPA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ARPA selama 42 Hari dan Reserve Rights selama 44 Hari.
| ARPA | RSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp230,3M | Rp1,3T |
Volume (24h) | Rp89,06M | Rp54,99M |
Suplai yang Beredar | 1,5B ARPA | 62,6B / 100B RSR (63%) |
Typical Hold Time | 42 Hari | 44 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ARPA Network (ARPA) adalah jaringan komputasi aman terdesentralisasi yang dibangun untuk meningkatkan keadilan, keamanan, dan privasi blockchain. Jaringan BLS di ARPA berfungsi sebagai infrastruktur Random Number Generator (RNG) yang dapat diverifikasi, mengamankan wallet, jembatan cross-chain, dan kustodian terdesentralisasi di beberapa blockchain. ARPA sebelumnya dikenal sebagai ARPA Chain, jaringan Multi-party Computation (MPC) yang mempertahankan privasi yang didirikan pada tahun 2018. ARPA Mainnet telah menyelesaikan lebih dari 224.000 tugas komputasi dalam beberapa tahun terakhir.
Selengkapnya di halaman ARPA →Reserve Rights merupakan token ERC-20 yang bisa digunakan sebagai token tata kelola untuk Reserve stablecoins (RTokens), di mana perubahan RTokens dapat diusulkan dan di-vote dengan RSR. Tidak seperti umumnya stablecoin yang nilainya didukung cadangan dolar AS dalam rekening bank di bawah kendali penerbit stablecoin atau kustodian tepercaya, stablecoin Reserve didukung oleh beberapa mata uang kripto yang dikelola oleh kontrak pintar.
Selengkapnya di halaman RSR →