Perbedaan ARPA dan Request: ARPA diperdagangkan di Rp155,75 (kapitalisasi pasar Rp236,82M, volume 24 jam Rp72,11M), sedangkan Request diperdagangkan di Rp932,35 (kapitalisasi pasar Rp738,16M, volume 24 jam Rp15,32M). Perbedaan utamanya: Request jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar ARPA, dan suplai beredar ARPA 1,5B ARPA dibanding 796,7M REQ milik Request. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ARPA selama 42 Hari dan Request selama 38 Hari.
| ARPA | REQ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp236,82M | Rp738,16M |
Volume (24h) | Rp72,11M | Rp15,32M |
Suplai yang Beredar | 1,5B ARPA | 796,7M REQ |
Typical Hold Time | 42 Hari | 38 Hari |
ARPA Network (ARPA) adalah jaringan komputasi aman terdesentralisasi yang dibangun untuk meningkatkan keadilan, keamanan, dan privasi blockchain. Jaringan BLS di ARPA berfungsi sebagai infrastruktur Random Number Generator (RNG) yang dapat diverifikasi, mengamankan wallet, jembatan cross-chain, dan kustodian terdesentralisasi di beberapa blockchain. ARPA sebelumnya dikenal sebagai ARPA Chain, jaringan Multi-party Computation (MPC) yang mempertahankan privasi yang didirikan pada tahun 2018. ARPA Mainnet telah menyelesaikan lebih dari 224.000 tugas komputasi dalam beberapa tahun terakhir.
Selengkapnya di halaman ARPA →Token Request (REQ), diluncurkan pada tahun 2017, memastikan kinerja dan stabilitas jaringan Rquest. Jaringan Request itu sendiri adalah sistem pembayaran terdesentralisasi berbasis Ethereum di mana dan siapa pun dapat meminta pembayaran dan menerima uang melalui cara yang aman.
Selengkapnya di halaman REQ →