Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja ARPA (ARPA) vs Ponke (PONKE)

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan ARPA dan Ponke: ARPA diperdagangkan di Rp151,46 (kapitalisasi pasar Rp230,79M, volume 24 jam Rp87,91M), sedangkan Ponke diperdagangkan di Rp258,55 (kapitalisasi pasar Rp160,35M, volume 24 jam Rp28,06M). Perbedaan utamanya: ARPA lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Ponke dibatasi (555,5M / 555,6M PONKE (100%)), sedangkan ARPA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ARPA selama 42 Hari dan Ponke selama 12 Hari.

ARPAPONKE
Kap. Pasar
Rp230,79MRp160,35M
Volume (24h)
Rp87,91MRp28,06M
Suplai yang Beredar
1,5B ARPA555,5M / 555,6M PONKE (100%)
Typical Hold Time
42 Hari12 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

ARPA
67% Beli33% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 42 Hari
PONKE

Belum ada data sentimen.

Tentang ARPA

ARPA Network (ARPA) adalah jaringan komputasi aman terdesentralisasi yang dibangun untuk meningkatkan keadilan, keamanan, dan privasi blockchain. Jaringan BLS di ARPA berfungsi sebagai infrastruktur Random Number Generator (RNG) yang dapat diverifikasi, mengamankan wallet, jembatan cross-chain, dan kustodian terdesentralisasi di beberapa blockchain. ARPA sebelumnya dikenal sebagai ARPA Chain, jaringan Multi-party Computation (MPC) yang mempertahankan privasi yang didirikan pada tahun 2018. ARPA Mainnet telah menyelesaikan lebih dari 224.000 tugas komputasi dalam beberapa tahun terakhir.

Selengkapnya di halaman ARPA

Tentang Ponke

PONKE adalah aset digital baru yang dibuat di jaringan Solana, terkenal dengan transaksi cepat dan biaya rendah. Token ini menonjol karena pendekatan tokenomiknya yang unik, dengan total pasokan 555 juta token. PONKE dirancang untuk memenuhi kebutuhan trader online dan penggemar game, memberikan pengalaman yang lancar dan menyenangkan. Listing di bursa crypto besar meningkatkan aksesibilitasnya, sementara pendekatan berbasis komunitas mendorong keterlibatan pengguna melalui fitur seperti 'helmet' dan saluran media sosial aktif.

Selengkapnya di halaman PONKE