Perbedaan ARPA dan Phala Network: ARPA diperdagangkan di Rp152,7 (kapitalisasi pasar Rp233,52M, volume 24 jam Rp68,72M), sedangkan Phala Network diperdagangkan di Rp387,61 (kapitalisasi pasar Rp328,54M, volume 24 jam Rp101,63M). Perbedaan utamanya: Phala Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar ARPA 1,5B ARPA dibanding 840,5M PHA milik Phala Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ARPA selama 42 Hari dan Phala Network selama 31 Hari.
| ARPA | PHA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp233,52M | Rp328,54M |
Volume (24h) | Rp68,72M | Rp101,63M |
Suplai yang Beredar | 1,5B ARPA | 840,5M PHA |
Typical Hold Time | 42 Hari | 31 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ARPA Network (ARPA) adalah jaringan komputasi aman terdesentralisasi yang dibangun untuk meningkatkan keadilan, keamanan, dan privasi blockchain. Jaringan BLS di ARPA berfungsi sebagai infrastruktur Random Number Generator (RNG) yang dapat diverifikasi, mengamankan wallet, jembatan cross-chain, dan kustodian terdesentralisasi di beberapa blockchain. ARPA sebelumnya dikenal sebagai ARPA Chain, jaringan Multi-party Computation (MPC) yang mempertahankan privasi yang didirikan pada tahun 2018. ARPA Mainnet telah menyelesaikan lebih dari 224.000 tugas komputasi dalam beberapa tahun terakhir.
Selengkapnya di halaman ARPA →Phala Network adalah Layer Eksekusi untuk Web3 AI, memungkinkan AI berinteraksi dengan blockchain dan membuat Web3 dapat diakses oleh miliaran orang. Sistem multi-buktinya memungkinkan Anda untuk membangun AI Agent yang aman dan terintegrasi dengan smart contract menggunakan bahasa alami dan bahasa pemrograman. Agen-agen ini dapat terhubung lintas chain dan menciptakan ekonomi token yang menguntungkan. Phala Network menyederhanakan interaksi AI dengan blockchain, mendorong adopsi Web3.
Selengkapnya di halaman PHA →